Lonjakan kasus baru Covid-19 di Jatim terus melambung selama dua pekan terakhir. Bahkan, pada awal Februari, kenaikan per hari sudah tembus 700 kasus baru. Pertama sejak dua bulan terakhir.
Situasi itu ditambah dengan makin banyaknya warga yang terpapar varian baru Omicron. Situasi itu membuat Satgas Covid-19 Jatim dan institusi terkait memutuskan mengambil langkah baru. Yakni, memperketat aktivitas di terminal angkutan antardaerah serta fasilitas umum.
Berdasar data dinas kesehatan (dinkes), hingga kemarin 108 warga di 13 kabupaten/kota telah terpapar varian Omicron. Temuan terbanyak terjadi di Surabaya, Kota Malang, Sidoarjo, Gresik, Madiun, dan Malang.
’’Sejauh ini, 52 persen pasien masih menjalani isolasi. Mayoritas tanpa gejala atau bergejala ringan. Sedangkan selebihnya sudah sembuh,’’ kata Kepala Dinkes Jatim Erwin Astha Triyono.
Sementara itu, berdasar data Satgas Covid-19 Jatim, jumlah pasien baru bertambah. Jika selama bulan lalu berkisar 200–400 pasien per hari, bulan ini kenaikannya drastis. ’’Yang terakhir, pada 1 Februari ada tambahan 760 kasus dalam sehari,’’ ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim Mahkyan Jibril.
Pertambahan kasus secara cepat itu diprediksi sejak akhir tahun lalu. Dengan mencermati varian baru Omicron, yang memang dikenal dengan penularannya yang tinggi. Meski secara gejala tak segawat varian sebelumnya.
Untuk meminimalkan lonjakan kasus, kebijakan baru digulirkan jajaran satgas Covid-19 provinsi dan kabupaten/kota. Yakni, memperketat aktivitas di area publik/fasilitas umum. Pengetatan juga diberlakukan di terminal angkutan umum antardaerah. ’’Terutama untuk memantau ketersediaan persyaratan prokes. Seperti ubah laku dan pengunjung sudah melakukan vaksinasi,’’ katanya.
Pengetatan tersebut tidak terlepas dari hasil analisis terhadap lonjakan kasus baru selama sebulan terakhir. Ada tiga klaster persebaran virus korona yang dominan. Yakni, klaster fasilitas umum, klaster keluarga, serta klaster dari aktivitas perjalanan dengan menggunakan transportasi antarkota antarprovinsi. ’’Temuan yang terakhir itu menunjukkan persebaran lewat transmisi lokal. Bukan sekadar perjalanan luar negeri,’’ katanya.
Di sisi lain, meski lonjakan kasus baru cukup drastis, hingga kemarin ketersediaan ruangan di rumah sakit (RS) maupun fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di wilayah Jatim masih tinggi.
Tingkat okupansi ruang ICU maupun isolasi RS di seluruh kabupaten/kota berkisar 4–5 persen. ’’Hingga saat ini, okupansi rumah sakit masih aman,’’ tuturnya.
Sejauh ini, mayoritas pasien aktif menjalani isolasi mandiri di kediaman masing-masing. ’’Kami mengimbau pasien yang menjalani isolasi mandiri untuk memperhatikan standar pemenuhan isolasi,’’ katanya.
Sementara itu, mereka yang punya gejala sedang sampai berat diminta segera datang ke rumah sakit rujukan agar mendapat penanganan.
Sterilisasi Dimulai dari Purabaya
Di sisi lain, pencegahan potensi persebaran Covid-19 di terminal-terminal di Jatim dimulai. Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) bersama jajaran OPD pemprov melakukan sterilisasi di kawasan Terminal Purabaya, Sidoarjo.
Di sana, petugas gabungan melakukan penyemprotan disinfektan di titik-titik rawan persebaran, termasuk bus-bus yang akan beroperasi. Selain itu, mereka membagikan masker gratis bagi calon penumpang dan awak angkutan.
Kalaksa BPBD Jatim Budi Santosa menjelaskan, sterilisasi dan penegakan protokol kesehatan (prokes) tersebut melibatkan semua jajaran terkait. "Mulai dishub, satpol PP, TNI, Polri, hingga sejumlah relawan seperti Komunitas Jogoboyo, Gus Durian, serta elemen masyarakat lain," ujar Budi yang juga terjun langsung dalam kegiatan.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari Apel Pamor Keris (Patroli Motor Penegakan Protokol Kesehatan di Masyarakat) bersama gubernur, Kapolda, dan Pangdam V/Brawijaya beberapa waktu lalu.
Selain di Terminal Purabaya, sterilisasi yang digelar tim gabungan BPBD Jatim bakal menyasar terminal-terminal lain. "Juga pusat kegiatan ekonomi seperti pasar-pasar dan tempat keramaian lainnya," katanya.
SEBARAN OMICRON DI JATIM
Jumlah pasien terpapar: 108 orang
Sebaran kasus: Surabaya, Kota Malang, Sidoarjo, Gresik, Kabupaten Madiun, Kabupaten Malang, Pasuruan, Jember, Mojokerto, Lamongan, Pacitan, dan Trenggalek.
Sumber: Dinas Kesehatan Jatim
