Bertambah, Kini Empat Warga Sidoarjo Terpapar Omicron

Penambahan kasus positif Covid-19 di Sidoarjo juga makin meninggi. Kemarin (2/2) ada tambahan kasus baru 73 orang. Sehari sebelumnya atau Selasa (1/2) lalu mencapai 93 orang. Beberapa di antara mereka itu terkonfirmasi varian Omicron.

"Jumlah pertambahan kasus per hari sekarang kenaikannya tinggi. Tapi, angka yang meninggal nihil," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros kemarin.

Menurut Syaf, pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut tidak semua menjalani perawatan di rumah sakit. Ada di antara mereka yang memilih isolasi mandiri di rumah. Ada juga yang melakukan isolasi di selter Sedati.

Saat ini, lanjut dia, jumlah penghuni selter isolasi juga terus bertambah. Awalnya hanya dua orang, sekarang sudah ada enam orang. "Pasien positif yang dirawat di rumah sakit meskipun tidak semua, tapi angkanya juga naik setiap hari," katanya.

Sekarang ada 83 orang yang menjalani perawaran di rumah sakit. Tapi, tidak semua di rumah sakit rujukan Sidoarjo. Sebab, banyak di antara warga positif Covid-19 tersebut berdomisili di luar Sidoarjo. Namun, laporan dan data mereka tetap masuk wilayah Sidoarjo karena penduduk Kota Delta.

Syaf menambahkan, kini ruang isolasi Covid-19 di sebelas rumah sakit rujukan diaktifkan kembali. Ada sebanyak 690 tempat isolasi di rumah sakit rujukan. "Sudah terisi sekitar 10 persen. Persentase bed occupancy ratio (BOR) ikut naik lagi," lanjut Syaf.

Dengan naiknya kasus positif Covid tinggi tersebut, pihak dinkes mengimbau masyarakat lebih waspada. Mesti disiplin protokol kesehatan. Vaksinasi bagi warga terus dikejar agar semua masyarakat memperoleh suntikan imunisasi.

Apakah kenaikan itu berkaitan dengan varian Omicron yang memiliki daya menular cepat, Syaf belum dapat memastikan. Sebab, sementara ini pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) untuk memastikan seseorang terpapar Omicron atau tidak, belum dapat dilakukan. Laboratorium membatasi pemeriksaan karena keterbatasan reagen.

Namun, jika melihat dari banyaknya warga yang terpapar dalam waktu cepat, patut dicurigai mereka terpapar varian Omicron tersebut. Karena itu, mudah menularkan pada orang lain. Terlebih, banyak warga yang terpapar itu tanpa bergejala. Hanya beberapa di antara mereka yang merasakan demam, batuk, dan pegal-pegal.

"Saat ini jumlah warga yang terpapar virus Omicron juga bertambah. Awalnya satu orang sekarang menjadi empat orang," ucap Syaf.

Awalnya, tiga orang yang dinyatakan positif Omicron merupakan pasien dengan status probable. Setelah menunggu lama, hasil pemeriksaan dinyatakan positif Omicron. Kontak erat terhadap mereka sudah di-tracing dan testing sejak lama. Hasilnya, semua negatif.

Bahkan, saat ini beberapa pasien tersebut sudah selesai menjalani masa karantina dan dinyatakan sembuh. Namun, masih ada dua pasien lainnya yang dinyatakan probable Omicron dan masih menunggu hasil pemeriksaan WGS.

End Article